Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 15:16:10【Tempat Makan】429 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(184)
Artikel Terkait
- Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah
- Pemerataan gizi masyarakat, 4 SPPG dibangun di wilayah terpencil Babel
- Pemkab Bantul minta pedagang bakso cantumkan label halal
- Tradisi unik negara
- SPPG Polres Madiun sajikan pecel bergizi untuk warga dan pelajar
- 560 SPPG sudah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
- Pemprov Banten percepat pembangunan dapur MBG bagi jutaan pelajar
- SPPG Asei Besar layani 35 sekolah wilayah pesisir Kabupaten Jayapura
- Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG
- Program MBG dongkrak kehadiran siswa berkebutuhan khusus Kota Serang
Resep Populer
Rekomendasi

Khawatir ada sabotase, MPSI minta aparat telusuri jaringan dapur MBG

Pastikan keamanan produk, DKPP Batam perketat pengawasan obat hewan

Pastikan keamanan produk, DKPP Batam perketat pengawasan obat hewan

12 SPPG yang langgar SOP siap beroperasi kembali

BPBD DKI sudah bersiap hadapi potensi terjadinya banjir rob

BBPOM Makassar gagalkan peredaran ribuan kosmetik TIE di Sidrap

Stroke di usia muda bertambah dipengaruhi beban kerja tinggi

Kemenag: 5.623 peserta didik madrasah Batam terima manfaat Program MBG